Apa sih Clay?

 

dsc01530.JPG

Jika kita iseng-iseng mampir ke toko buku besar, di bagian keterampilannya sering kita jumpai buku-buku yang membahas tentang kreasi-kreasi clay. Macam-macam bentuk lucu yang bisa kita buat dengan bahan ini, bisa miniatur bunga, binatang, buah-buahan, boneka, mobil-mobilan dsb.

Tadinya saya pikir Clay sejenis dengan lilin mainan (plastisin) yang sering dipakai anak-anak bermain. Tapi ternyata, clay di buat dari bahan makanan, yang apabila disimpan atau dijemur, bentuknya akan mengeras dan menyerupai porcelain, beda dengan lilin mainan yang biasanya akan tetap elastis meskipun disimpan beberapa lama. Kebanyakan bahan dasar Clay adalah roti tawar, tapi beberapa pakar clay bilang, jika bahan dasarnya dari roti tawar, akan mudah berjamur. Nah, sesuai anjuran mereka juga, akhirnya saya ganti bahan dasarnya dengan tepung maizena yang lebih awet dan bagus dalam pewarnaan.

Tahap pembuatannya juga lumayan mudah, pertama kita campurkan tepung maizena, minyak sayur, lem putih dan pewarna makanan, lalu kita uleni hingga warna tercampur rata dan clay tidak menempel di telapak tangan. Nah, setelah itu kita bisa membentuknya sesuai selera. Setelah jadi, kita bisa menjemurnya untuk beberapa hari supaya Clay mengeras, lalu setelah keras, kita bisa memberi efek mengkilat dengan cat kuku putih transparan.

Sebenarnya ini karya pertama dalam pembuatan Clay, tapi setelah mencoba, sepertinya untuk saat ini stop dulu deh. Baru mencampur bahannya aja, 2 anak buah junior saya udah rebutan ingin men-take over pekerjaan ummi-nya. Akhirnya seteleh jadi beberapa adonan, hanya inilah yang bisa saya hasilkan. Sisanya, telah menjadi bulatan pipih kecil di dalam mangkok yang terendam air. Hmmm, mungkin anak-anakku lagi bikin se-porsi bakso gepeng ^_^. Senangnya punya anak-anak yang kreatif!

Belajar Sulam Pita

Sulam Pita

Alhamdulillah, bulan kemarin suami ngasih hadiah beberapa buah buku tentang kreativitas, salah satunya buku tentang sulam benang, pita dan payet. Senang banget rasanya, apalagi saat itu hati lagi penasaran sama sulam-menyulam dan engga sanggup beli buku panduannya, abis harganya lumayan mahal, makasih yaah ^_^. Langsung deh, mulai ngelirik toko pita dan toko alat-alat jahit.

Baru nyoba belajar beberapa kali di kain perca, udah nekat sok bikin-bikin tas kecil, tutup dvd dan sarung blender, yaa akhirnya gitu deh, rada-rada amburadul (kalo engga bisa dibilang ancur :P). At least, mencoba itu lebih baik daripada cuma diam tapi hati penasaran. Tapi benar kata beberapa penulis buku sulam menyulam, teknik sulam pita dan sulam benang memang gitu-gitu aja; spider web rose, french knot, lazy daisy, straight stitch, ribbon stitch. Kuncinya ya cuma kolaborasi diantara teknik-teknik itu, dan tentu aja, pemilihan warna yang sesuai dengan bahan. Biasanya pita yang dipakai pita satin atau pita organdi ukuran 2 mm dan 4 mm, karena pita beludru lebih tebal maka jarang digunakan.

Satu lagi, pemilihan ukuran pita juga berperan penting dalam penampilan hasil akhir. Biasanya, pita ukuran kecil bagus untuk pola yang kompleks dan menimbulkan kesan elegan, dan pita yang ukuran sedang, cocok untuk pola yang minimalis dan biasanya untuk aplikasi sehari-hari (ini kata penulis bukunya lho ^_^).

Bagi yang tertarik sulam pita, siap-siap deh ber-eksplorasi dengan warna.

 


Kehamilan ketiga, Trimester ketiga

Pada sebagian orang di pulau jawa, kehamilan ketiga dan bilangan ganjil mungkin dianggap sebagai kehamilan yang istimewa. Kebanyakan ibu-ibu yang sudah berpengalaman melahirkan bilang, jika si anak lahirnya tergolong mudah, maka prosesnya akan sangat mudah, dan jika si anak kelak lahir dengan proses yang sulit, maka biasanya akan sangat menyulitkan. Istilah mereka “mendeking”.

Kepercayaan-kepercayaan ini sepertinya sudah sangat berurat akar, karena mayoritas ibu-ibu pasti membicarakan hal ini setiap mendengar tentang kehamilan ketiga. Risih juga, tapi ya namanya juga ibu-ibu, susah dibantah. Baru melihat raut muka kita yang kurang setuju dengan pendapat itu saja, mereka sudah langsung bilang kalau anak-anak sekarang memang susah diatur. Ck..ck..ck…

Read the rest of this entry »

Bila Kejenuhan Melanda

Kata orang, menyibukkan diri dengan kegiatan bisa menghilangkan kejenuhan. Tapi mengapa terlalu banyak aktivitas malah memperparah keadaan? Kesibukan sebagai seorang umahat seringkali mengikis dinding-dinding kesabaran, emosi kian melonjak dan tak terkendali, yang pada akhirnya berimbas pada anak-anak dan suami. Melihat susu berceceran saja, marahnya bisa seharian. Melihat mainan acak-acakan, ngomelnya habis-habisan. Apa benar ini ciri-ciri kalau sebenarnya rasa bosan itu sudah mulai menerpa…

Read the rest of this entry »

Dauroh Islamiyyah bersama Penulis Rubrik Al-Furqon

daurah_penulis_alfurqon1.jpg