Posted by Ummu 'Aliyyah on April 27th, 2008
Alhamdulillah, bulan kemarin suami ngasih hadiah beberapa buah buku tentang kreativitas, salah satunya buku tentang sulam benang, pita dan payet. Senang banget rasanya, apalagi saat itu hati lagi penasaran sama sulam-menyulam dan engga sanggup beli buku panduannya, abis harganya lumayan mahal, makasih yaah ^_^. Langsung deh, mulai ngelirik toko pita dan toko alat-alat jahit. Baru nyoba belajar beberapa kali di kain perca, udah nekat sok bikin-bikin tas kecil, tutup dvd dan sarung blender, yaa akhirnya gitu deh, rada-rada amburadul (kalo engga bisa dibilang ancur :P). At least, mencoba itu lebih baik daripada cuma diam tapi hati penasaran. Tapi benar kata beberapa penulis buku sulam menyulam, teknik sulam pita dan sulam benang memang gitu-gitu aja; spider web rose, french knot, lazy daisy, straight stitch, ribbon stitch. Kuncinya ya cuma kolaborasi diantara teknik-teknik itu, dan tentu aja, pemilihan warna yang sesuai dengan bahan. Biasanya pita yang dipakai pita satin atau pita organdi ukuran 2 mm dan 4 mm, karena pita beludru lebih tebal maka jarang digunakan.
Satu lagi, pemilihan ukuran pita juga berperan penting dalam penampilan hasil akhir. Biasanya, pita ukuran kecil bagus untuk pola yang kompleks dan menimbulkan kesan elegan, dan pita yang ukuran sedang, cocok untuk pola yang minimalis dan biasanya untuk aplikasi sehari-hari (ini kata penulis bukunya lho ^_^).
Bagi yang tertarik sulam pita, siap-siap deh ber-eksplorasi dengan warna.
Posted by Ummu 'Aliyyah on April 15th, 2008
Pada sebagian orang di pulau jawa, kehamilan ketiga dan bilangan ganjil mungkin dianggap sebagai kehamilan yang istimewa. Kebanyakan ibu-ibu yang sudah berpengalaman melahirkan bilang, jika si anak lahirnya tergolong mudah, maka prosesnya akan sangat mudah, dan jika si anak kelak lahir dengan proses yang sulit, maka biasanya akan sangat menyulitkan. Istilah mereka “mendeking”.
Kepercayaan-kepercayaan ini sepertinya sudah sangat berurat akar, karena mayoritas ibu-ibu pasti membicarakan hal ini setiap mendengar tentang kehamilan ketiga. Risih juga, tapi ya namanya juga ibu-ibu, susah dibantah. Baru melihat raut muka kita yang kurang setuju dengan pendapat itu saja, mereka sudah langsung bilang kalau anak-anak sekarang memang susah diatur. Ck..ck..ck…
Read the rest of this entry »
Posted by Ummu 'Aliyyah on April 13th, 2008
Kata orang, menyibukkan diri dengan kegiatan bisa menghilangkan kejenuhan. Tapi mengapa terlalu banyak aktivitas malah memperparah keadaan? Kesibukan sebagai seorang umahat seringkali mengikis dinding-dinding kesabaran, emosi kian melonjak dan tak terkendali, yang pada akhirnya berimbas pada anak-anak dan suami. Melihat susu berceceran saja, marahnya bisa seharian. Melihat mainan acak-acakan, ngomelnya habis-habisan. Apa benar ini ciri-ciri kalau sebenarnya rasa bosan itu sudah mulai menerpa…
Read the rest of this entry »
Posted by Ummu 'Aliyyah on April 9th, 2008
Kenapa kalimat ini bisa terlontar oleh seorang istri ?
Banyaknya wanita yang bersikap berani kepada suaminya, sehingga muncul tantangan perceraian. Ketegangan kemelut problematika rumah tangga selalu muncul dan memerlukan jawaban aktual.
Mengapa harapan untuk mewujudkan keluarga sakinah kandas begitu saja ? Temukan jawabannya dalam kajian ilmiah bedah buku:
” Kalau Kau Jantan Ceraikan Aku “
bersama : Ustadz Abu Ahmad Zainal Abidin
Ahad, 4 Mei 2008
09.00 WIB - Dzuhur
JAKARTA ISLAMIC CENTER
Kramat Koja - Jakarta Utara
Recent Comments