Pada sebagian orang di pulau jawa, kehamilan ketiga dan bilangan ganjil mungkin dianggap sebagai kehamilan yang istimewa. Kebanyakan ibu-ibu yang sudah berpengalaman melahirkan bilang, jika si anak lahirnya tergolong mudah, maka prosesnya akan sangat mudah, dan jika si anak kelak lahir dengan proses yang sulit, maka biasanya akan sangat menyulitkan. Istilah mereka “mendeking”.
Kepercayaan-kepercayaan ini sepertinya sudah sangat berurat akar, karena mayoritas ibu-ibu pasti membicarakan hal ini setiap mendengar tentang kehamilan ketiga. Risih juga, tapi ya namanya juga ibu-ibu, susah dibantah. Baru melihat raut muka kita yang kurang setuju dengan pendapat itu saja, mereka sudah langsung bilang kalau anak-anak sekarang memang susah diatur. Ck..ck..ck…
Apalagi kalau pembicaraan udah masuk ke arah mitos-mitos. Mmh, kayaknya cuma pendapat mereka yang paling bener, banyak pamali-nya. Orang hamil engga boleh berdiri di ambang pintu-lah, katanya takut susah ngelahirinnya. Kalau niat keluar rumah ya langsung keluar, kalau mau masuk ya langsung masuk aja, engga boleh lama-lama berdiri di depan pintu. Atau, orang hamil kalau nyapu, sampahnya engga boleh dipojok-pojokin ke sudut rumah, langsung di buang aja (logikanya bener sih), alasannya aja yang aneh, katanya kalau sampahnya dipojok-pojok-in, takut nanti “rumput” (ari-ari bayi) susah dikeluarin (???). Atau mitos lain yang bilang kalau lagi hamil itu motong sayuran (seperti kangkung, bayam, atau kacang panjang) mending pake tangan, engga perlu pisau, biar ngelahirinnya gampang (weh, kayaknya yang ini lebih parah). Itu baru beberapa mitos hamil, belum lagi mitos pasca ngelahirin yang kayaknya lebih banyak lagi.
Padahal, urusan mudah dan sulit bukan pada urutan nomor atau maunya bayi, apalagi mitos-mitos aneh kayak gitu. Semua tergantung pada Allah subhanahu wa ta’ala, Dzat Yang Maha Memudahkan… Jika Allah ingin anak itu lahir dengan proses yang sama dengan kakak-kakaknya (yang notabene urutan pertama dan kedua), maka niscaya kun fayakun…
Seperti seorang akhwat yang sedang hamil anak keduanya, baru masuk usia kandungan 3 bulan aja udah 3 kali masuk rumah sakit lantaran muntah-muntah darah. Katanya sih dehidrasi parah, dan kata keluarganya itu bawaan kehamilannya dan memang udah turun temurun. So? Bayangin aja coba, baru hamil aja udah kayak gitu, gimana proses melahirkannya kelak. Jadi, ga mesti kan anak yang ketiga yang susah atau gampang prosesnya….
Tapi, bisa jadi kepercayaan-kepercayaan itu berawal dari sugesti yang dibesar-besarkan. Ada satu orang yang membuat api dan yang lainnya mengipas-ngipasi, jadilah… sebuah barometer yang akhirnya secara tidak langsung di-klaim kebenarannya. Tugas kita adalah memadamkan api itu sampai ke bara-baranya. Jangan sampai mitos-mitos ini terus merasuki ibu-ibu yang menjerumuskan mereka ke arah khurafat dan takhayul yang berkepanjangan. Kasihan mereka (dan calon bayi mereka yang engga tahu apa-apa), belum lahir aja udah dikenalkan dengan mitos itu dari sugesti-sugesti ibu mereka.
Bismillahi tawakaltu alaLLaah… mudah-mudahan yang ketiga ini lahirnya dimudahkan.

April 17th, 2008 at 7:03 pm
kl lahiran sms ya ,…smoga dilancarkeun…sehat selalu