Alhamdulillah, telah lahir putra ketiga kami Ibrohim bin Wahid Kurniawan. Pada hari Sabtu, Jumadi Tsani 1429H / 28 Juni 2008 Pkl 08.50 wib. Berat badan 3.46 Kg & panjang 49 cm di RS. Mitra Keluarga Kelapa Gading dengan proses normal.
Semoga menjadi anak yang sholeh dan berbakti pada kedua orang tuanya. Amin.
Pada sebagian orang di pulau jawa, kehamilan ketiga dan bilangan ganjil mungkin dianggap sebagai kehamilan yang istimewa. Kebanyakan ibu-ibu yang sudah berpengalaman melahirkan bilang, jika si anak lahirnya tergolong mudah, maka prosesnya akan sangat mudah, dan jika si anak kelak lahir dengan proses yang sulit, maka biasanya akan sangat menyulitkan. Istilah mereka “mendeking”.
Kepercayaan-kepercayaan ini sepertinya sudah sangat berurat akar, karena mayoritas ibu-ibu pasti membicarakan hal ini setiap mendengar tentang kehamilan ketiga. Risih juga, tapi ya namanya juga ibu-ibu, susah dibantah. Baru melihat raut muka kita yang kurang setuju dengan pendapat itu saja, mereka sudah langsung bilang kalau anak-anak sekarang memang susah diatur. Ck..ck..ck…
Kata orang, menyibukkan diri dengan kegiatan bisa menghilangkan kejenuhan. Tapi mengapa terlalu banyak aktivitas malah memperparah keadaan? Kesibukan sebagai seorang umahat seringkali mengikis dinding-dinding kesabaran, emosi kian melonjak dan tak terkendali, yang pada akhirnya berimbas pada anak-anak dan suami. Melihat susu berceceran saja, marahnya bisa seharian. Melihat mainan acak-acakan, ngomelnya habis-habisan. Apa benar ini ciri-ciri kalau sebenarnya rasa bosan itu sudah mulai menerpa…
[05/03/2008] Apalagi yang bisa kukomentari tentang anakku yang pertama, selain hanya tersenyum dan sedikit menggelengkan kepala. Bisa jadi, stabilnya berat badanku selama ini, mungkin karena bantuan dia juga ^_^. Hari ini, ulahnya yang menarik adalah, satu sachet pewangi pakaian sudah tumpah ruah di kamar, di dalam kotak pensil, kotak kacamata dan tumpukan crayon. Plus, pecahnya satu piring mertua. Please… padahal dia lagi flu dan demam berat (dan sudah 3 hari engga sekolah), gimana kalo lagi sehatnya?
Tapi Alhamdulillah, di usianya yang 4 tahun 8 bulan, Aliyyah sudah pintar mewarnai dengan teknik gradasi. Ketika menggambar matahari, dia dengan lihai mempadupadankan warna kuning, oranye & merah. Ketika mewarnai awan, dia bisa mengkolaborasikan warna biru muda-biru tua. Atau warna-warna senada, seperti pink-ungu, kuning-hijau muda-hijau tua.
Dari awal dia masuk playgroup dan (sekarang) TK A, memang sudah terlihat ketekunannya dalam teknik pewarnaan, meskipun tidak dipungkiri dia juga pandai berhitung dan cepat mengenal huruf. Ya mudah-mudahan ketekunannya bisa sampai dewasa….
Sudah 2 minggu sejak rekaman ceramah ustadz Armen Halim Naro, Lc rahimahullah diputar di radio rodja. Kali ini bahasannya tentang bagaimana membentuk keluarga islami yang ideal (kurang lebihnya begitu). Ada rasa lucu, cemburu, gembira bahkan kesedihan yang bercampur aduk menjadi satu ketika mendengar kajiannya dengan cermat. Saya mendengarnya sambil tersenyum dan sambil mengeluarkan air mata, berharap suami saya mendengarnya juga (yang saat itu sedang tertidur karena kelelahan sepulang dari kerja). Sempat juga ingin saya matikan radionya takut tak sanggup mendengarnya, tapi hati penasaran mendengar kelanjutannya. Akhirnya, tuntas juga ceramah itu saya dengarkan hingga akhirnya.
Recent Comments